PPKM Hilang, Hotel di Senggigi Ambil Ancang-ancang

Hotel di Senggigi Ambil Ancang-ancang

Lombok Barat, NTB – Setelah Pemerintah mencabut PPKM, sejumlah Hotel di Senggigi mulai mengatur strategi dalam menggaet Wisatawan. Para pengusaha hotel yang ada di kawasan wisata Senggigi mulai menawarkan berbagai program untuk bisa menggaet wisatawan.

Seperti yang Aruna Senggigi lakukan, menawarkan event mingguan “Fisherman Night” setiap akhir pekan kepada para wisatawan. Untuk bisa menikmati barbeque seafood yang mereka ambil dari para nelayan setempat.

Tawarkan Barbeque Seafood

Food & Beverage Manager Aruna Senggigi, Iwan Tambunan mengatakan menawarkan ini, karena Lombok identik juga dengan seafood.

“Jadi Fisherman Night ini kita hadirkan setiap hari Jum’at sama Sabtu, start dari jam 19.00 Wita sampai jam 22.00 Wita,” ungkapnya, Selasa (10/1/2023).

Wisatawan yang ingin menikmati suasana barbeque seafood di tepi pantai dengan berbagai menu dengan alunan live music yang menemani. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp198 ribu/nett all you can eat.

“Ini terjangkau lah untuk warga Lombok ya. Dan seafood ini kita akomodir dari nelayan-nelayan lokal sini,” imbuhnya.

Bahkan, pihaknya akan menyediakan event dengan tema yang berbeda setiap tiga bulannya. Dengan target market mereka bisa menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga.

Harapannya Bisa Kembali Ramaikan Senggigi Pasca Pandemi

Sementara itu, Director of Sales Arun, Filos Nurkalam menyebut bahwa ini sebagai salah satu program baru mereka. Untuk mencoba bisa meramaikan kembali Senggigi setelah hantaman pandemi Covid-19.

“PPKM kan sudah tidak ada, jadi kita mencoba apa sih yang ada di Senggigi ini selain banyak cafe. Ini kita harapkan bisa meramaikan lah supaya bisa hidup seperti dulu lagi,” terang Filos.

Sehingga dengan begitu, mereka tidak hanya menyediakan event yang bisa dinikmati oleh tamu hotel yang menginap saja. Tetapi juga wisatawan luar yang mungkin hanya ingin menikmati event yang pihak hotel adakan.

“Bukan hanya wisatawan yang stay saja di Aruna, tapi juga wisatawan yang mungkin jalan kaki, atau mencari hiburan atau makanan bisa ke Aruna,” harapnya.

Dengan pencabutan PPKM oleh Pemerintah, Filos menyebut bahwa ini salah satu penghilang dahaga bagi para pelaku usaha perhotelan.

“Dan ini kita menyambut sebuah oportunity juga, bagaimana kita coba atur strategi ulang mengembalikan uforia, terutama daerah Senggigi,” tandasnya.

Secara terpisah, ketua Senggigi Hotels Association (SHA) Ketut M Jaya Kusuma mengakui, bahwa pencabutan PPKM oleh Pemerintah bisa menjadi angin segar.

“Ini bisa mempercepat pulihnya industri pariwisata dengan pencabutan pembatasan PPKM ini,” terangnya.

Sehingga pihaknya pun optimis, hal itu akan bisa meningkatkan angka kunjungan wisatawan menuju Senggigi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *